Top 10 Restaurants in The World Voted by The New York Times | Awarded One Michelin Star in 2010 by The Michelin Guide | Top 10 Best Restaurants in Indonesia Voted By The Miele Guide
    Legenda Din Tai Fung
 
Dimana saja nama Din Tai Fung disebutkan, yang terlintas dalam benak orang adalah pangsit kukus mungil yang terlihat rapuh. Hal ini sebenarnya wajar saja jika menelusuri sejarah & legenda Din Tai Fung.

Pendiri Din Tai Fung adalah Bingyi Yang, lahir tahun 1927 di propinsi Shanxi, Tiongkok. Pada musim panas tahun 1948, di usia 21 tahun, Bingyi Yang memutuskan untuk meninggalkan perang saudara KMT-CCP di Tiongkok. Ia naik feri Hualien dan mencoba keberuntungannya di Taiwan dengan bantuan seorang paman di sana. Dengan bantuan keluarga paman & bibinya, Yang mendapat pekerjaan pertamanya di Taiwan sebagai tukang antar minyak goreng Heng Tai Fung. Berkat kejujuran dan kerja kerasnya, setelah dua tahun, sang pemilik menunjuk dirinya bertanggung jawab atas pembukuan dan inventarisasi toko. Di usia 28 tahun, Yan menikahi Penmei Lai yang juga bekerja di Heng Tai Fung. Ia bekerja di situ 3 sampai 4 tahun setelah menikah dan kemudian Yang menjadi investor bagi Hen Tai Fung gagal. Karena kegagalan itu Yang dibebani hutang investasi, Yang dan istri memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Awalnya, mereka ragu untuk memulai bisnis apa. Namun, setelah dipikirkan secara matang, Yang memutuskan untuk memberi nama usahanya itu Din Tai Fung. Ini diambil dari nama awal minyak goreng yang ia beli borongan, Din Mei Oils dan dua nama terakhir dari perusahaan pertamanya, Heng Tai Fung, sebagai tanda terima kasih. Din Tai Fung pun lahir pada tahun 1958. Mengingat sulitnya mencari nomer telepon pada saat itu, nomer telepon pertama yang tercatat di Din Tai Fung hingga kini masih digunakan, 23218927. Nomer ini dibeli dari seorang komisaris keuangan yang kebetulan berasal dari kampung halaman yang sama, Shanxi. Ketika membeli nomer telepon itu pula, ia meminta Youren Yu, nama komisaris tersebut, menulis papan nama toko “Toko Minyak Goreng Din Tai Fung”.

Dengan reputasi dan koneksi yang ia jaring selama bekerja di Heng Tai Fung, Din Tai Fung dengan cepat dikenal di pasar. Dengan keuntungan dari usaha mereka, Yang dan istri mampu mengumpulkan uang untuk membeli toko paling depan di jalan Xinyi. Mereka memindahkan usaha minyak goreng mereka ke situ dan hingga sekarang lokasi tersebut menjadi restoran utama Din Tai Fung. Ketika minyak goreng kalengan mulai dijual di tahun 1980-an, pola konsumen membeli minyak goreng pun berubah mengakibatkan bisnis jatuh dan membuat Yang dan istri berpikir ini adalah akhir usaha mereka. Namun, di saat itu, justru datang kesempatan baru. Mengikuti saran dari tuan Tang, pemilik restoring Fushing Garden, Yang dan istri merubah setengah toko mereka menjadi tempat pembuatan dan penjualan pangsit kukus.

Berkat kualitas yang terjaga, pangsit kukus Din Tai Fung pun mendapat hati para pelanggan. Walau tidak pernah diiklankan, hanya berbekal promosi dari mulut ke mulut, usaha mereka melejit. Din Tai Fung tak lama berhenti menjual minyak goreng dan berubah menjadi restoran. Dari sinilah berkembang legenda bagaimana Din Tai Fung menjadi satu merek restoran internasional dimulai.